“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu saya menggantungkan lukisan pertama saya pada lemari es dan saya ingin cepat-cepat untuk melukis yang lain lagi.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu memberi makan seekor kucing liar. Dari itu saya belajar, sungguh baik untuk menyayangi binatang.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu membuatkan kue kesukaanku. Dan saya belajar bahwa hal kecil pun dapat menjadi sesuatu yang special dalam hidup.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya mendengar Ibu mengucapkan doa dan saya tahu di sana ada Allah yang selalu bisa saya ajak ngobrol dan saya belajar untuk percaya pada Allah.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu membuatkan makanan dan membawanya kepada seorang teman yang sakit. Dari situ saya belajar bahwa segala yang kita punya dapat dipakai untuk menolong sesama.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu memberikan waktumu dan uangmu untuk menolong orang yang tidak memiliki apapun. Dari itu saya belajar bahwa orang yang mempunyai sesuatu harus memberikan kepada orang yang tidak punya.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat Ibu peduli dengan rumah kita dan kepada setiap orang di dalamnya. Dari itu saya belajar bahwa kita harus peduli pada apa yang di berikan pada kita.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat bagaimana Ibu memegang tanggung jawabmu, bahkan ketika Ibu merasa tidak enak dan saya belajar bahwa saya akan menjadi orang yang bertanggungjawab ketika saya semakin dewasa.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat air mata dari matamu dan saya belajar bahwa kadang kala sesuatu itu kadang menyakitkan dan tidak salah untuk menangis.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya melihat bahwa Ibu peduli dan saya ingin menjadi segala sesuatu yang saya mampu.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya belajar paling banyak dari masalah hidup bahwa saya perlu untuk mengetahui bagaimana menjadi orang yang baik dan produktif  ketika saya bertumbuh dewasa.

“Ketika Ibu befikir saya tidak melihat…

Saya mencarimu dan ingin mengatakan “Terimakasih untuk segala sesuatu yang saya lihat ketika Ibu berfikir saya tidak melihat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: