Fase

 BAYI
Aku mulai membuka mataku, perlahan namun pasti dan tanpa disadari dunia menyambut keberadaanku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tiba-tiba ku menangis dan menjerit karena indahnya alam ini ataupun sebaliknya,,,,aku tak tahu. Yang ku tahu hanya menangis, merengek, dan menjerit. Tapi dibalik itu semua, seseorang telah menyayangiku dengan kedua telapak tangannya.IBU. sungguh luar biasa,hanya dengan kedua telapaktangannya, beliau menggendong, merawat, menjaga, mengusap airmataku saat menangis hingga akhirnya aku tak tahu harus berbuat apa tuk membalas semuanya………..

 ANAK-ANAK
Pada fase ini, aku belum sepenuhnya mengetahui tujuan keberadaanku di alam ini. Tidak lain aktivitasku hanya menangis dan menangis, terlebih saat ibu pergi walau hanya sekejap. Entah batinku tak ingin berpisah dengannya walau hanya seketika waktu. Aku mulai belajar dari tingkah laku ibuku.

 REMAJA
Nah, pada fase inilah, aku mulai belajar menghargai sesama, membantu oranglain dalam kesulitannya, mencoba selalu tersenyum saat ujian dan cobaan menerpa kehidupanku serta menyayangi dan mencintai seseorang yang berbuat baik padaku. Pembelajaranku pada ibu semakin ku tekuni,,,,beliau mencoba tersenyum dalam permasalahannya. Kecilku tak mengerti kesulitan yang ibu alami saat itu, jadi selama ini aku hanya membuat ibu kesal, walau semuanya ibu sembunyikan dibalik senyumnya.
Aku sangat bersedih saat aku baru mengetahui yang sebenarnya terjadi. Akupun mencoba membalas dengan seluruh kemampuanku untuk membuat beliau tersenyum.
Andai engkau mengatakan apa yang engkau inginkan, niscaya kan ku berikan kepadamu,ibu,untuk membalas semua budimu. Tapi, dari sinilah ku menyimpulkan bahwa betapa sulitnya membalas budimu yang mungkin selama ini hanya engkau anggap sebagai sesuatu yang kecil.
Meskipun demikian, aku kan memberikannya walau tak sepenuhnya yang telah engkau berikan padaku. Aku berusaha membuatmu tersenyum walau ku tak tahu mana yang engkau mau. Itulah kemampuanku………….
Fase ini, sebisa mungkin ujian ku jadikan pengalamanku untuk meniti, mengarungi kehidupanku esok, sulitnya untuk ikhlas menerima ketentuanNya, bersabar atas ujianNya dan bersyukur terhadap pemberianNya, namun ku coba berfikir positif terhadap semua dampak ujianku dan itulah yang membuatku mampu melewati ini semua. Respon terhadap kita adalah akibat dari apa yang kita lakukan. Mencoba berbuat baik terhadap sesama, mendengar keluh kesah sesama walau ku tak mampu bagaimana cara mencari solusinya. Dari itulah, ku cari pengalaman-pengalaman yang mereka alami untuk ku jadikan pembelajaran kehidupanku kelak.
Hingga aku belajar mencari tujuan keberadaanku di dunia ini. Tapi, entah apa yang telah ku dapat dari semua yang kujalani. Aku merasa terlalu masih kecil dalam bersosialisasi dan berharap dimasa tuaku nanti ku kan mengetahui segala sesuatu yang menjadi pertanyaanku ini.

 DEWASA
Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan hidup, seseorang dituntut untuk lebih dewasa ketika menghadapi persoalan hidupnya. Seberapa besar ia menyikapi permasalahan dalam hidupnya dengan lebih positif, semakin besar kedewasaannya. Tapi, bukan berarti aku sudah berada dalam fase ini, justru karena fase inilah aku berusaha untuk tidak menyia-nyiakan masalah yang aku hadapi. Meski seringkali aku menghindar dari masalahku dan berlari memasabodohkan semuanya. Dan, pada saat itulah aku merasa sifat chaldistku timbul. Menangis memang lebih nyaman disaat kesepian dan ujian menghampiri walau ku tahu bukan itu solusi sepenuhnya bagi permasalahanku. Teman, ya teman yang kucari untuk mendengar semua keluh kesahku. “Kapan aku dewasa?”.seringkali ku bertanya yang hanya diriku sajalah yang mengetahui jawabannya.
Huhft………..
Sulitnya menentukan pilihan dewasa untukku….

 TUA
Inilah realisasi dari segala faseku dan sekaligus menjadi motorku untuk menjadi kendali dari segala kehidupanku dahulu agar menjadi sesuatu yang real dari segala pengharapan panjangku. Faseku ini, aku tak tahu kapan dan dalam kondisi apa nanti, meski kebaikan, kebahagiaan yang selalu aku impikan. Dan ibu,,,aku tak tahu dan tak bisa menebak keberadaanmu nanti……….aku belum sepenuhnya membalas budimu………..

 pengandaian yang selalu aku katakan, pengharapan yang berkepanjangan berharap menjadi real dan berubah menjadi sesuatu  yang aku nantikan. Hanya harapan, andaian yang aku punya serta do’aku padaNya. Tak tanggung-tanggung harapan besar yang aku panjatkan padaNya, karena aku tahu Engkau lebih besar dari harapan besarku akan segalanya. Biarkanlah semua indah pada waktunya……………

By : Yeni Musfiroh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: