Bahasa Indonesia (Transliterasi)

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam karya tulis bidang keagamaan (baca: Islam), alih aksara, atau yang lebih dikenal dengan istilah transliterasi, tampaknya merupakan sesuatu yang tak terhindarkan. Oleh karenanya, untuk menjaga konsistensi, aturan yang berkaitan dengan alih aksara ini penting diberikan.
Pengetahuan tentang ketentuan alih aksara ini seyogyanya diketahui dan dipahami, tidak saja oleh mahasiswa yang akan menulis karya tulis, melainkan juga oleh dosen, khususnya dosen pembimbing dan dosen penguji, agar terjadi saling kontrol dalam penerapan dan konsistensinya.
Dalam dunia akademis, terdapat beberapa versi pedoman alih aksara, antara lain versi Turabian, Library of Congress, Pedoman dari Kementrian Agama dan Diknas RI, serta versi Paramadina. Umumnya, kecuali versi Paramadina, pedoman alih aksara tersebut meniscayakan digunakannya jenis huruf (font) tertentu, seperti font TranslitLS, Transliterasi, atau Times New Roman Special.
Untuk memudahkan penerapan alih aksara bagi mahasiswa, pedoman alih aksara ini disusun dengan tidak mengikuti ketentuan salah satu versi di atas, melainkan dengan mengkombinasikan dan memodifikasi beberapa ciri hurufnya. Kendati demikian, alih aksara versi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tetap disusun dengan logika yang sama, sehingga pada saat dibutuhkan nanti, mahasiswa dengan mudah juga dapat menerapkan versi alih aksara lainnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Transliterasi
Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain, guna mengetahui sastra Melayu Klasik lebih mendalam dan berasal dari tulisan Arab Melayu ke dalam tulisan Latin.
Kata Transliterasi berasal dari bahasa Inggris transliteration (trans ‘alih, pindah, ganti dan literation ‘liter, huruf’), yaitu penggantian huruf demi huruf dari satu abjad ke abjad lainnya. Terdapat manfaat transliterasi Arab-Latin, yaitu:
a) Membantu umat islam yang belum memahami huruf Arab.
b) Dalam bidang keagamaan khususnya studi Islam, transliterasi diperlukan karena istilah dan kosakata bidang keislaman sebagian besar memakai kosakata bahasa Arab yang belum diindonesiakan, sementara itu penulisannya disarankan menggunakan huruf latin.
Berikut pedoman transliterasi Arab-Latin yang digunakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta:
1) Padanan Aksara
No Huruf Arab Huruf Latin Keterangan
1 أ – tidak dilambangkan
2 ب b be
3 ت t te
4 ث ts te dengan es
5 ج j je
6 ح h ha dengan garis bawah
7 خ kh ka dengan ha
8 د d de
9 ذ dz de dengan zet
10 ر r er
11 ز z zet
12 س s es
13 ش sy es dengan ye
14 ص ṣ es dengan garis bawah
15 ض ḏ d dengan garis bawah
16 ط ṯ te dengan garis bawah
17 ظ ẕ ze dengan garis bawah
18 ع ، koma terbalik diatas hadap kanan
19 غ gh ge dengan ha
20 ف f ef
21 ق q ki
22 ك k ka
23 ل l el
24 م m em
25 ن n en
26 و w we
27 ه h ha
28 ى , apostrof
29 ي y ye

2) Vokal
Vokal terdiri dari vokal tunggal (monoftong) dan vokal rangkap (diftong) serta madd.
a) Vokal Tunggal (monoftong)
No Vokal Arab Vokal Latin Keterangan
1 a fathah
2 i kasroh
3 u dammah

b) Vokal Rangkap (diftong)
No Vokal Arab Vokal Latin Keterangan
1 ي ai a dengan i
2 و au a dengan u

c) Madd
No Vokal Arab Vokal Latin Keterangan
1 أيـ â a dengan topi di atas
2 ي î i dengan topi di atas
3 و û u dengan topi di atas

3) Kata Sandang (partikel)
Kata Sandang yang dalam aksara Arab dilambangkan dengan ( أل ) ditransliterasikan menjadi /al-/ baik diikuti oleh huruf syamsiyyah maupun huruf qamariyyah. Misalnya: ألفيل (al-fil)
4) Syaddah (tasydid)
Syahaddah atau Tasydid dilambangkan dengan menggandakan huruf yang diberi tanda syaddah tersebut. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku jika huruf yang menerima tanda syaddah itu terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyyah. Misalnya: ألدفتر tidak ad-daftar tetapi al-daftar.
5) Ta Marbutah ( ة )
Ta Marbutah diatur dalam tiga kategori:
a. Jika huruf ta marbutah pada kata berdiri sendiri, huruf tersebut ditransliterasikan menjadi /h/. Misalnya: محكمة menjadi mahkamah
b. Jika huruf ta marbutah diikuti oleh kata sifat (na’at), huruf tersebut ditransliterasikan menjadi /h/. Misalnya: ألمدينة ألمنورة menjadi al-Madinah al-Munawwarah
c. Jika huruf ta marbutah diikuti oleh kata benda (ism), huruf tersebut ditransliterasikan menjadi /t/. Misalnya: روضة ألأطفال menjadi rauḏat al-aṯfâl
6) Huruf Kapital
Dalam bahasa Arab tidak dikenal adanya aturan huruf kecil dan kapital. Aturan huruf kapital dalam teransliterasi Arab-Latin mengikuti Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), seperti untuk menulis nama diri, bulan dan tahun. Penulisan nama diri yang didahului oleh kata sandang (artikel) al-, bukan kata sandangnya yang menggunakan huruf melainkan huruf awal nama diri tersebut. Seperti al-Ghazali, al-Farabi.
7) Cara Penulisan Kata
Setiap kata, baik kata kerja (fi’l), kata benda (ism), maupun huruf (harf) ditulis terpisah. Misalnya: سكرت ألموت (sakrat al-maut) dan نعوذ باالله (na’ûdz bi Allâh)
8) Pemakaian Transliterasi dalam Kalimat Bahasa Indonesia
Penulisan transliterasi dalam bahasa Arab harus menggunakan huruf miring (italic), hal ini dikarenakan kata bahasa Arab tersebut belum disesuaikan ejaan dan lafalnya dalam bahasa Indonesia.
Beberapa contoh penulisan transliterasi Arab-Latin yang digunakan dalam kalimat bahasa Indonesia:
a. Kata tariqâh berarti “jalan, cara, garis, kedudukan, keyakinan, dan agama.”
b. Tingkat fanâ’ dan baqâ’ dalam tasawuf yang tertinggi adalah jika seorang calon sufi telah mengalami terbukanya hijâb (tabir) sehingga ia dapat menyaksikan dengan mata-batinnya keindahan Tuhan.

BAB III
KESIMPULAN

Kata Transliterasi berasal dari bahasa Inggris transliteration (trans ‘alih, pindah, ganti dan literation ‘liter, huruf’), yaitu penggantian huruf demi huruf dari satu abjad ke abjad lainnya. Terdapat manfaat transliterasi Arab-Latin, yaitu:
a. Membantu umat islam yang belum memahami huruf Arab.
b. Dalam bidang keagamaan khususnya studi Islam, transliterasi diperlukan karena istilah dan kosakata bidang keislaman sebagian besar memakai kosakata bahasa Arab yang belum diindonesiakan, sementara itu penulisannya disarankan menggunakan huruf latin.
Transliterasi Arab-Latin terdapat dalam beberapa tempat, yaitu:
a) Padanan Aksara
b) Vokal
c) Vokal Rangkap
d) Vokal Panjang
e) Kata Sandang
f) Syaddah
g) Ta’ Marbutah
h) Huruf Kapital
i) Cara Penulisan Kata

DAFTAR PUSTAKA

Fitriyah ZA, Mahmudah & Hindun. Bahasa Indonesia BUDAYAKU. Depok: Nufa Citra Mandiri, 2012.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.
Tim Penyusun Pedoman Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. PEDOMAN AKADEMIK Program Strata 1 2012/2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: